Kasih Putih
Pada suatu hari ada sepasang
kekasih sedang duduk ditaman. Si wanita terlahir sempurna tetapi tidak dengan
si pria. Pria ini terlahir tanpa kaki. Tapi hal itu tidak menjadi masalah bagi
si wanita. Karena sebelum mereka menjalani suatu hubungan mereka sudah saling
berjanji untuk saling menerima apa adanya. Memang si wanita bisa menerima si
pria apa adanya tapi terkadang si pria juga merasa tak berguna untuk si wanita. Bagaimana tidak?
Ketika mereka sedang berjalan berduaan, si wanita terus yang selalu menjaga si
pria. Bukankah seharusnya pria yang menjaga wanita? Si pria sangat mencintai si
wanita begitu juga sebaliknya.
Si pria akan melakukan apa saja
asal si wanita bahagia. Tapi apa yang bisa dilakukan si pria? Toh jalan saja
tidak bisa kan. Pernah suatu hari si pria pesimis. Dia takut jika suatu saat si
wanita pergi demi pria lain yang jauh lebih sempurna. Si pria sadar jika hal
itu terjadi dia pun harus mengerti, takkan selamanya si wanita akan betah
dengan dirinya. Siapa juga yang bisa bertahan dengan pasangan yang cacat? Toh kerjaannya
hanya bisa menyusahkan orang lain saja.
Suatu hari mereka sedang berjalan
mengitari taman. Si wanita dengan senantiasa mendorong kursi roda si cowo. Si
wanita sangat senang bisa membuat si cowo bahagia. Semua yang dilakukannya
semata untuk pria yang sangat dia cintai. Dia senang bisa pergi berduaan dengan
si pria walaupun dia harus terus mendorong. Hal itu tidak membuat si wanita
lelah. Sampai akhirnya si pria meminta agar si wanita beristirahat terlebih
dahulu. Akhirnya si wanita duduk di taman dan si pria tetap duduk di kursi
rodanya.
Ketika si wanita sedang asik
merasakan angin yang berhembus menyentuh wajahnya tiba-tiba dia merasakan
sesuatu di kepalanya. Ketika si wanita membuka mata, dia sangat terkejut.
Ternyata si pria sedang sibuk menyelipkan bunga di antara helaian rambutnya. Si
wanita sangat tersanjung karena diperlakukan seperti itu. Karena itulah si
wanita sangat mencintai si pria. Sosoknya yang baik dan suka memberikan suatu
kejutan walau hanya kejutan kecil, tapi si wanita tetap senang.
Hingga tiba saatnya sore, si wanita
memutuskan untuk pulang. Kembali lagi si wanita mendorong kursi roda si pria.
Diperjalanan si wanita ingin membeli minuman dan akhirnya dia meminta si pria
untuk menunggunya sebentar. Ketika si wanita ingin menyebrang tiba-tiba saja
ada mobil yang melaju kencang. Si pria yang melihat mobil itu segera
menggerakan kursi rodanya ke arah si wanita. Si pria langsung mendorong si
wanita dan akhirnya si prialah yang tertabrak.
Si wanita sangat terkejut. Hatinya
sangat ngilu ketika melihat darah si pria yang bercucuran di jalan. Si wanita
segera meminta bantuan dan dengan cepat si pria di bawa ke rumah sakit. Tapi
takdir tidak bisa dicegah. Nyawa si pria sudah tidak dapat di selamatkan. Si
wanita menangis terisak-isak. Dia sungguh tak menyangka hal ini akan terjadi.
Begitu cepat si pria meninggalkannya sendiri.
Ketika si wanita masih menangis
dengan kepala tertunduk di depan kamar UGD, seorang suster keluar dan memanggil
si wanita. Suster itu memberi selembar kertas yang ada bercak darah yang
katanya ditemukan di saku celana si pria. Dengan tangis yang masih tersisa si
wanita membuka dan mulai membaca surat itu.
Sayangku. Ketika kamu membaca surat ini aku tak tau bagaimana kondisi ku saat itu. Aku hanya ingin bilang bahwa aku sangat mencintaimu. Walau aku tak cukup sempurna untukmu tapi kamu tetap senantiasa berada disampingku. Kamu tak pernah mengeluh apapun. Walau aku sering menyusahkanmu tapi kamu tetap ada. Terima kasih sayangku. Pernah aku berfikir begitu tak layak untukmu. Tentu saja tak layak, kau wanita cantik dengan tubuh sempurna. Semua pria akan menyukaimu tapi aku? Aku hanyalah seorang lelaki yang tak memiliki kaki. Aku tak bisa menjagamu saat kita sedang berjalan-jalan. Selalu dirimu yang menjagaku. Harusnya aku yang menjagamu tapi diriku ini hanya bisa terduduk lemah. Bergunakah aku untukmu? Aku tak tahu sampai kapan kau akan betah hidup seperti ini. Aku hanya ingin melihatmu bahagia. Sebisa mungkin aku lakukan apapun untuk dirimu. Kini aku memang tak bisa memberimu apa-apa tapi kelak aku akan memberikanmu sesuatu yang berharga. I’m promise. I love you so much honey
