BAB 6
SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN
A. Sumber
Daya Konsumen
Sumber daya konsumen adalah segala sumber daya yang
mempengaruhi konsumen untuk membeli barang atau jasa. Sumber daya konsumen ada
3 macam, yaitu :
1) Sumber daya ekonomi adalah segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik
yang tergolong sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia yang dapat
memberikan manfaat.
2) Sumber daya sementara adalah sumber daya yang bisa menghemat waktu,
keinginan manusia ingin membeli barang dan jasa yang tujuananya menghemat waktu
yang ada.
3) Sumber daya kognitif adalah sumber daya perencanaan dan pengambilan
keputusan seorang konsumen terhadap
apa yang ingin di belinya.
1. Pengetahuan
Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki
konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait
dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Dalam hal ini
pengetahuan konsumen amat diperlukan. Karena, hal ini dapat mempengaruhi
keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak
yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada
pengetahuan. Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam, yaitu Pengetahuan
Produk, Pengetahuan Pembelian, Pengetahuan Pemakaian.
a) Pengetahuan Produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai
produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek terminologi produk
atribut atau fitur, harga produk dan kepercayaan mengenai produk. Jenis
Pengetahuan Produk :
Ø Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
Seorang Konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan
kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut. Setiap
konsumen mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyebutkan
karakteristik atau atribut dari suatu produk. Hal ini disebabkan
perbedaan pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan mengenai atribut tersebut
akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Pengetahuan yang lebih banyak
akan memudahkan konsumen dalam memilih produk yang akan dibelinya.
Ø Pengetahuan Manfaat Produk
Seorang Konsumen mengkonsumsi gula rendah kalori
karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi kesehatan tubuhnya. Manfaat yang
dirasakan konsumen. Setelah mengkonsumsi gula rendah kalori yaitu dapat menghindari
penyakit diabetes. Inilah yang disebut sebagai pengetahuan tentang manfaat
produk.
b) Pengetahuan Pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk
di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut.
Pengetahuan Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah
dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di
dalam toko tersebut. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja atau
melakukan pembelian. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja karena
konsumen bisa menghemat waktu dalam mencari lokasi produk. Menurut Petter dan Olson (1999),
perilaku membeli meliputi store contact, product contact, dan Transaction.
Ø Store contact meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet.
Ø Product contact, konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tsb dan membawanya
ke kasir
Ø Transaction, konsumen akan membayar produk tersebut dengan tunai, kartu kredit,
kartu debet atau alat pembayaran lainnya.
c) Pengetahuan Pemakaian yaitu suatu produk akan memberikan manfaat kepada
konsumen jika produk tersebut telah digunakan/ dikonsumsi. Agar produk
tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yg tinggi, maka
konsumen harus bisa menggunakan/ mengkonsumsi produk tersebut dengan benar.
Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen
mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk
adalah penting bagi konsumen.
B. Sumber
Daya Konsumen Ekonomi
Uang adalah alat transaksi yang sangat diperlukan oleh
konsumen untuk membeli produk. Keputusan Konsumen sehubungan dengan produk dan
merek sangat dipengaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi misalnya uang.
Tanpa uang konsumen tidak bisa membeli apapun. Pembelian sangat
dipengaruhi oleh pendapatan konsumen sama halnya dengan, harapan konsumen
mengenai pendapatan masa datang menjadi variabel penting dalam meramalkan
perilaku konsumen.
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan
potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala
sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam
(natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang
dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar
pembangunan (ekonomi) wilayah tingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara
structural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan
energy sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan
dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak
dapat diperbaharui.
C. Sumber
Daya Sementara
1) Barang yang menggunakan waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dalam
mengkonsumsinya. Contoh: menonton TV, memancing, golf, tennis (waktu Senggang)
tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
2) Barang penghemat waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen
meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput,
fast food.
D. Sumber
Daya Kognitif
Sumber daya Kognitif menggambarkan kapasitas mental
yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi Alokasi
Kapasitas Kognitif dikenal sebagai perhatian (attention). Perhatian terdiri
dari dua dimensi:
Ø Arahan (direction) menggambarkan fokus perhatian
Ø Intensitas mengacu pada jumlah kapasitas yang
difokuskan pada arahan tertentu. Karena kapasitas tersebut terbatas, orang
harus selektif dalam apa yang mereka perhatikan dan berapa banyak perhatian
dialokasikan selama pengolahan informasi.
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk
secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam
representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya
dan diperolehnya skema tentang bagaimana seseorang mempersepsikan lingkungannya
dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam
merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam
konstruktivisme.
E. Kandungan
Pengetahuan
Kajian Myke mendefinisikan kandungan pengetahuan sebagai “jumlah keupayaan
sumber tenaga manusia, asset dan pengamalan kepimpinan, modal teknologi dan
maklumat, hubungan kerjasama, harga intelek, stok maklumat serta kebolehan
untuk berkongsi pembelajaran dan penggunaan, yang boleh digunakan untuk menjaga
kekayaan dan meningkatkan daya saing ekonomi.
F. Organisasi
Pengetahuan
Pengetahuan Konsumen akan mempengaruhi Keputusan Pembelian. Apa yang
dibeli,berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan
tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut. Pengetahuan
Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam
produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan
dengan fungsinya sebagai konsumen.
1)
Pengetahuan
tentang karakteristik /atribut produk
2)
Pengetahuan
tentang manfaat produk
3)
Pengetahuan
tentang kepuasan yang diberikan produk kepada konsumen
Ø Manfaat fungsional yaitu manfaat yang diraksan konosumen secara
fisiologis
Ø Manfaat psikososial, yaitu aspek
psikologis dan aspek sosial yang
dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk
G. Mengukur
Pengetahuan
Cara yang paling nyata dalam mengukur kemampuan
pengetahuan adalah menilai secara langsung isi ingatan. Beberapa indikator
pengukur pengetahuan antara lain :
1) Pengetahuan Objektif (Objective Knowledge)
Pengukuran yang menyadap apa yang benar-benar sudah
disimpan oleh konsumen di dalam ingatan
2) Pengetahuan Subjektif (Subjective Knowledge)
Dipengaruhi oleh kepercayaan diri seseorang yaitu
bahwa orang yang percaya diri mungkin melaporkan secara berlebihan tingkat
pengetahuan mereka (Engel, Blackwell & Miniard, 1994, p.331-332)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar