"Hai ... Tania :)" tiba-tiba saja chat muncul
Dengan senyum yang merekah Tania segera membalas chat itu. Inilah yang ia tunggu dari tadi. Sebuah chat dari seseorang yang ia sukai dan kagumi sejak dulu.
"Hai juga Michael :) sedang apa kamu?" dengan penuh semangat Tania membalas chat itu. Tentu saja dengan senyum yang terus ia pamerkan. Senyumnya bisa tergolong manis. Bagaimana tidak? Ia memiliki kedua lesung pipit yang dapat melumpuhkan para pria jika melihatnya. Tapi entah mengapa itu tak berlaku bagi Michael. Aneh bukan ...
Tania memang telah menyukai Michael sejak mereka masih menduduki bangku SMA. Karena sekarang mereka telah menjadi mahasiswa maka sudah 3 tahun Tania menyimpan perasaan itu. Tapi Michael baru menanggapi Tania sekarang. Tentu saja itu tak membuat Tania kecewa karena ia bisa membuktikkan bahwa semua perasaannya tidak tersimpan sia-sia.
Sepuluh menit telah berlalu ...
"Aku lagi main game aja, Tan. Kamu sendiri lagi ngapain :)?"
"Oh kamu lagi main game, game apa :)?" Tania tahu kalo jam segini adalah jam Michael main game jadi ia maklum saja kalo cowo itu balas lama. Yang terpenting kan bisa chat sama Michael, itu yang selalu Tania pikirkan. Ia tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang telah datang.
"Udahan main game nya :D kamu uda makan belum?"
"Oh :D belum, kamu sendiri? :)" senyum Tania semakin merekah
"Mau ga dinner bareng aku? :)"
Tania senang bukan main, ia merasa seperti mimpi. Rasanya sulit sekali percaya kalo Michael mengajaknya dinner bareng. Astaga ini beneran? tanya Tania berulang kali sambil senyum-senyum sendiri.
"Hmm ... aku mau Michael :)" jawab Tania sangat gugup dengan muka yang sangat merah
Kalo ada orang lain berada dekat Tania mungkin orang itu bisa mendengar suara detak jantungnya. Tania sangat gugup sekali. Ia bingung harus bersikap seperti apa ketika berada dekat dengan Michael. Layaknya wanita biasa jika mendapat kencan pertama pasti rasanya akan canggung sekali. Oh Tuhan aku harus bagaimana? pikir Tania dengan harap-harap cemas
"Oke deh :D jam 7 aku jemput kamu ya, Tan."
"Ya Michael :) tapi emangnya kamu tau rumah aku dimana?" jawab Tania agak sedikit bingung. Bagaimana bisa Michael ingin menjemputnya sedangkan tau rumahnya saja tidak. Ada rasa khawatir yang meliputi Tania. Bagaimana kalo ternyata rumah Michael daerah sini juga? Tania mulai menebak yang aneh-aneh
"Oh ya aku lupa kasi tau kamu. Jadi gini Tan ternyata mama kita saling kenal. Mama kamu namanya Anisa kan? :)"
"Ya bener tapi kok bisa? Seriusan Michael? Kok aku gatau sih?" jawab Tania semakin bingung
"Udah nanti kalo kita ketemu baru aku jelasin ya :D maaf ya aku ada urusan sebentar. See you tonight Tania :)"
"Oh oke deh :) see you tonight too Michael :)"
Tania bingung dengan semuanya. Ada perasaan senang tapi juga ada perasaan penasaran. Kenapa mama ga pernah kasi tau aku ya. pikir Tania dalam hati
bersambung ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar