Senin, 05 Agustus 2013

Indah Pada Waktunya (eps 2)

Tin ... Tin ... bunyi klakson mobil dari luar rumah Tania
Nah itu dia! "Mam aku pergi dulu ya." teriak Tania dari ruang tamu agar mamanya yang sedang memasak mendengar
"Oke honey. Salam untuk Michael ya." jawab mamanya
Ya benar, Tania emang sudah bertanya pada mamanya dan ternyata emang bener bahwa mama mereka saling kenal. Yang lebih tak disangka adalah bahwa mama mereka ternyata teman sejak SMA dulu. Siapa yang tahu bahwa dunia ini sempit? Selama ini Tania menyukai pria yang ternyata mamanya kenal dengan mamanya sendiri. It's a miracle! kata Tania setelah ia mengetahui semuanya.
Tania segera menghampiri mobil Michael dengan setengah berlari. Ia tak ingin membuat pria itu menunggu.
"Hei maaf lama ya" kata Tania setengah gugup sambil membuka pintu mobil
"Oh ga masalah kali Tan, so are you ready?" jawab Michael dengan memperhatikan Tania secara detail. Jujur saja ia agak terpukau dengan penampilan Tania saat itu. Cantik sekali, pikir Michael dalam hati.
"Tentu saja!" jawab Tania penuh semangat tapi ia berusaha tak menunjukinya. Malu dong kalo sampai Michael menyadari itu, nanti ia malah ga mau pergi bareng lagi, waswas Tania dalam hati.
"Emm .. Tania ..." kata Michael sambil menatap mata Tania
"Ya? Kenapa?" jawab Tania sangat gugup dengan muka panik. Ia takut bahwa penampilannya tak cukup bagus
"Kamu .... kamu cantik sekali malam ini." jawab Michael dengan senyum yang menawan
"Oh terima kasih." jawab Tania dengan setengah menunduk karena ia tak ingin memperlihatkan wajahnya yang telah merah. Tania emang selalu seperti itu jika merasa gugup.
"Baiklah kita berangkat sekarang." kata Michael karena telah menyadari kegugupan Tania. Ia tak ingin membuatnya menjadi tak nyaman. Michael segera menjalankan mobilnya.
Suasana menjadi hening ...
"Tan ..." Michael membuka percakapan. Jujur saja ia sungguh tak nyaman dalam kondisi hening seperti itu.
"Iya?" jawab Tania sambil melihat kearah Michael
"Aku ga nyangka loh ternyata mama kita saling kenal."
"Ah iya aku juga ga nyangka tau."
'Loh jadi kamu uda tau Tan?"
"Iya aku uda tau. Tadi aku penasaran banget jadi aku tanya mama langsung deh." jawab Tania dengan senyum manisnya
"Oh. Aku ga nyangka aja ternyata mereka temenan. Kok kita sebagai anaknya ga pernah tau ya." kata Michael sambil ketawa
"Ya juga ya. Tapi kok kamu bisa tau?"
"Ya jadi gini Tan, waktu itu aku jemput mama yang abis arisan terus pas uda sampe aku liat mama lagi ngobrol, nah pas kita uda didalam mobil mama kasi tau kalo wanita itu ternyata punya anak namanya Tania yang sekampus sama aku. Otomatis aku langsung tau dong kalo yang mama maksud itu Tania kamu. Abis aku kan taunya cuma kamu, ya walau kita ga pernah deket dulu." jawab Michael panjang lebar yang hanya di ikuti dengan anggukan Tania
"Begitu ya." jawab Tania malu.
"Iya Tan. Ternyata dunia sempit ya." lagi-lagi Michael menjawab dengan senyum menawannya
Sepanjang jalan mereka mengobrol sampai waktu tak terasa cepatnya. Tiba-tiba saja mereka sudah sampai ditempat tujuan.
"Baiklah ternyata kita udah sampai. Ga terasa banget." kata Michael sambil melepas sabuknya
Tania hanya tersenyum malu. Ia juga melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu untuk turun.
"Elisa ...... " teriak Michael
Tania yang dikejutkan oleh teriakan Michael langsung melihat ke arah yang dimaksudkan suara pria itu. Ia melihat seorang wanita bersama pria bertopi hijau dari kejauhan. Tania melihat arah penglihatan Michael untuk memastikan bahwa yang pria itu lihat adalah sepasang muda-mudi disana.
Tania semakin bingung saja. Siapa wanita itu? Kenapa Michael terlihat sangat marah? Apa mereka ada hubungan? tanya Tania berulang kali dalam hati.


bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar