Selasa, 06 Agustus 2013

Indah Pada Waktunya (eps 3)

Michael yang melihat Elisa dari kejauhan langsung mengejarnya.
"Elisa ... tunggu!" Michael seakan lupa kalo dirinya sedang bersama Tania. Ia berlari secepat yang ia bisa agar wanita itu dapat dikejarnya. Tapi siapa yang duga ternyata wanita itu telah hilang lebih dulu. Entah bersembunyi atau memang larinya yang begitu cepat, Michael tak tahu.
Tania yang melihat tingkah Michael seperti itu rasanya sudah mulai paham. Wanita itu pasti kekasihnya, gumam Tania dalam hati. Ada rasa sedih dan kecewa kalo memang ternyata benar tebakannya. Bagaimana bisa ia tak tahu kalo Michael sudah mempunyai seorang wanita? Bukankah selama ini dia single.. Bodohnya diriku, kata Tania dalam hati dengan menyesal.
Michael yang sekarang telah sadar bahwa ia bersama Tania segera menghampirinya. Ada rasa tak enak yang meliputi hati Michael.
"Tan ... maaf banget ya. Ini semua bener-bener ga disangka." kata Michael sangat menyesal
"Ga apa-apa kok." jawab Tania dengan kecewa dan Michael bisa melihat itu. Ia benar-benar tak enak dengan Tania.
"Yauda gini aja deh, kita ganti tempat makan lain aja? Biar suasananya lebih enak?" usul Michael
"Terserah kamu saja Michael." jawab Tania
Akhirnya mereka berdua kembali naik mobil dan terjebak dalam keheningan. Selama perjalanan tak ada percakapan sedikitpun diantara mereka. Entah karena takut atau karena tak enak hati.
Sesekali Michael melirik Tania yang hanya diam saja. Ia sangat tak enak atas apa yang terjadi tadi. Dengan penuh keberanian ia memulai percakapan.
"Tania ... kamu tau ... wanita yang ku panggil Elisa itu adalah pacar dari adikku, Mike. Kamu kenal adikku kan?" tanya Michael sambil melihat Tania dalam-dalam.
"Pacar adikmu?" tanya Tania sangat kaget. Ternyata ia salah sangka. Astaga, batin Tania dalam hati.
"Ia pacar adikku, si Mike, kamu kenal kan?" tanya Michael sekali lagi
"Ya aku kenal, aku pernah bertemunya sekali di book store." jawab Tania dengan rasa tak enak karena telah sangka tetapi ia juga senang karena ternyata yang ia pikir itu salah.
"Aku bener-bener ga nyangka sama Elisa itu. Dia tadi bilang ke Mike kalo dia mau jenguk temennya tapi ternyata apa? Aku pergokin dia sama cowo lain. Astaga bagaimana dengan Mike kalo sampe tahu semua ini?" kata Michael panjang lebar dengan ada sedikit emosi.
"Aku pikir Elisa itu pacarmu." kata Tania dengan suara pelan namun bisa didengar oleh Michael.
Walaupun Michael mendengar perkataan Tania tadi tapi ia berpura-pura tak tahu. Terbesit rasa bahagia di hatinya ketika mendengar ucapan Tania tadi. Astaga jangan-jangan, gumam Michael dalam hati.
Tania mengutuk dirinya sendiri karena telah berkata seperti itu. Semoga Michael tak mendengar, kata Tania dalam hati.
Suasana hening kembali ...
"Hm .. Tan .."
"Hm ... Mich..." tanpa sengaja mereka memulai obrolan bersamaan. Mereka berdua tertawa bersama karena terasa konyol bisa berbarengan seperti itu.
"Baiklah kamu duluan saja Tan ..." kata Michael mengalah sambil masih tertawa lucu
"Michael ... sebenernya aku ..."
Tiba-tiba saja handphone Michael berdering....
"Oh maaf Tania aku angkat dulu." kata Michael sembari mengangkat telepon
Astaga apa yang aku lakukan. Aku baru saja ingin memberitahu perasaanku ini. Mana boleh aku begitu. Aku ini wanita tak boleh mengungkapkan duluan, batin Tania menyesal
"Iya mam ... nanti aku ajak kok. Yauda ya mam lagi dijalan ni. Oke mam." kata Michael yang sempat didengar Tania saat akhir-akhir menelepon
"Sorry ya Tan .. dari mam tadi." kata Michael tak enak hati
"So tadi mau ngomonga apa?" sambung Michael lagi
"Aku uda keburu lupa hehehe." jawab Tania berbohong. Jangan sampai ia melakukan hal bodoh itu lagi.
"Dasar pikun kamu." kata Michael bercanda sambil tertawa
"Tania .. ada yang mau aku omongin." sambung Michael lagi. Kali ini dengan suara yang terdengar sangat serius. Tak ada tawa seperti tadi lagi.
"Ya? Mau ngomong apa?" jawab Tania gugup
"Sebenernya aku ..." kata Michael terhenti. Wajahnya tampak tegang dan terlihat sedikit pucat
Tania yang melihat raut wajah Michael hanya bisa terdiam sambil menanti apa yang ingin ia katakan. Jujur saja Tania merasa resah karena gugup. Ayo cepet katakan Michael, batin Tania dalam hati karena sudah tak sabar.


bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar